Memahami Struktur Dasar Kalimat Bahasa Jerman


Seperti yang kita semua ketahui, struktur kalimat dalam bahasa Indonesia yang paling umum terdiri dari Subjek, Predikat (kata kerja), dan Objek. Dalam banyak kasus, struktur kalimat bahasa Jerman mengikuti aturan dasar yang sama, tetapi bisa lebih fleksibel. Karenanya, banyak hal yang bisa membingungkan saat belajar bahasa Jerman.

Cara yang paling tepat untuk memahami bahasa Jerman adalah memulai dengan menyusun kalimat sederhana. Pada artikel ini akan dibahas mengenai dasar-dasar kalimat, serta beberapa aturan dan tips yang tentunya akan bermanfaat bagi kalian yang sedang mendalami bahasa Jerman.


Menyusun Kalimat Dasar Bahasa Jerman Dengan Cara Yang Benar

Mari kita mulai dengan struktur kalimat yang paling dasar dalam bahasa Jerman, dimana Subjek berada di urutan pertama, lalu diikuti oleh Predikat (kata kerja), dan kemudian Objek terakhir. Ini berarti kalian dapat menerjemahkan pernyataan bahasa Indonesia sederhana seperti di bawah ini ke dalam bahasa Jerman.

Saya makan kue.
menjadi
Ich esse Kuchen.

Mereka mengikuti aturan.
menjadi
Sie befolgen die Regeln.


Kalimat Bahasa Jerman Dengan Auxiliary Verbs

Setelah mempelajari bentuk kalimat sederhana dalam bahasa Jerman, kalian mungkin berpikir bahwa bahasa Jerman itu cukup sederhana. Tapi jangan salah, semakin kalian dalami, semakin kalian menyadari bahwa kalimat bahasa Jerman akan menjadi lebih kompleks. Misalnya, saat kalian ingin merujuk hal-hal di masa lalu, atau ingin mengungkapkan suatu kondisi.

Dalam banyak situasi, kalian akan memerlukan yang namanya kata kerja bantu, yang kemudian akan membuat sebuah kalimat memiliki dua kata kerja. Untuk menyusun struktur kalimat yang benar, pertama-tama harus ditentukan dulu mana kata kerja yang dominan.

Kata kerja yang dominan selalu merupakan kata kerja ter-konjugasi, yang juga merupakan bagian dari kata kerja bantu. Kata kerja bantu dalam bahasa Jerman terdiri dari haben (memiliki), sein (menjadi), dan werden (menjadi atau akan).


Berikut contoh penerapannya.

Saya telah membeli perahu.
Ich habe ein Boot gekauft.

Dia dibohongi.
Er wird belogen.


Kalimat Bahasa Jerman Dengan Modal Verbs

Kata kerja modal bersama dengan infinitif membentuk Predikat, yang berfungsi untuk menentukan hubungan antara Subjek dan kata kerja dalam sebuah kalimat. Dalam hal ini, konsepnya sama dengan penerapan kata kerja bantu.


Berikut adalah kata kerja modal dalam bahasa Jerman:

Dürfen = boleh
Können = bisa, dapat
Mögen = suka
Müssen = harus
Sollen = seharusnya, sebaiknya
Wollen = ingin


Bagaimana Menyusun Pertanyaan Dalam Bahasa Jerman ?

Struktur kalimat pertanyaan dasar dalam bahasa Jerman mirip struktur kalimat tanya dalam bahasa Inggris. Dalam artian, pertanyaan dapat dimulai dengan kata tanya Kapan, Mengapa, Apa, dan sebagainya.

Namun, kalian dapat juga menyusun kalimat tanya tanpa kata tanya ini. Caranya dengan menggunakan bagian ter-konjugasi dari frasa kata kerja sebagai awalannya. Perhatikan contoh berikut.

Apakah kamu sudah makan?
Haben Sie schon gegessen?

Apakah kamu melakukan ini?
Hast du das gemacht?


Berikut ini adalah kata-kata tanya dalam bahasa Jerman:

Warum = mengapa
Was = apa
Wann = kapan
Wo = dimana
Woher = dari mana
Wohin = ke mana
Wer = siapa
Wen = siapa
Wessen = milik siapa
Wem = kepada / dari siapa
Wie = bagaimana


Membentuk Kalimat Bahasa Jerman Dengan Konjungsi

Konjungsi berfungsi untuk menghubungkan dua kalimat atau dua bagian dari kalimat. Satu bagian dapat bergantung pada yang lain, dan membentuk klausa relatif. Struktur dari klausa relatif dalam bahasa Jerman adalah CSOV (Konjungsi - Subjek - Objek - Predikat). Yang penting untuk diingat adalah kata kerja terletak di akhir klausa.


Contoh:
Dia bilang dia sibuk.
Er sagt, dass er beschäftigt ist.

Saya tinggal di rumah karena hujan.
Ich bleibe daheim, weil es regnet.


Berikut konjungsi yang umum dalam bahasa Jerman:

Wie = bagaimana
Weil = karena
Als / Wenn = kapan
Falls / Wenn = jika / seandainya
Bis = sampai
Dass = itu
Ob = apakah
Obwohl / obgleich = meskipun
Als ob = seolah-olah
Da = sejak
Seit / Seitdem = sejak
Bevor / ehe = sebelum
Nachdem = setelah
Damit = sehingga
Während / indem = selama / ketika
Sobald = segera setelah
Sodass = sehingga
Solange = selama
Trotzdem = meskipun


Aturan Struktur Kalimat Dasar Bahasa Jerman


Berikut ini adalah ringkasan aturan dalam membentuk kalimat dasar bahasa Jerman:


♦ Urutan kalimat dasar bahasa Jerman adalah SPO (Subjek, Kata kerja, Objek).

♦ Struktur keterangan dalam kalimat dalam bahasa Jerman mengikuti urutan waktu - cara - tempat. Contoh:
Saya pergi ke sekolah dengan sepeda hari ini.
Ich fahre heute mit dem Rad zur Schule.
Disini keterangan waktu (heute) didahulukan, diikuti oleh cara (mit dem Rad), dan tempat (zur Schule).

♦ Bahasa Jerman memungkinkan untuk melanggar aturan waktu - cara - tempat, serta urutan Subjek, Predikat, dan Objek untuk tujuan penekanan. Contoh:
Kami tiba kemarin.
Wir sind gestern angekommen.
Bisa diubah untuk menekankan waktu sehingga menjadi
Kemarin, kami tiba.
Gestern sind wir angekommen.

Bisa dilihat bahwa struktur kalimat bahasa Jerman berbeda dengan bahasa Inggris dalam hal penempatan waktu, cara, dan tempat. Kata-kata keterangan tersebut tidak selalu terdiri dari satu kata, tetapi dapat berbentuk frasa yang lebih panjang dan lebih rumit. Misalnya:

Keterangan waktu: heute morgen (pagi ini)
Keterangan cara: schnell und außer Atem laufend (berlari cepat dan kehabisan nafas)
Keterangan tempat: in der letzten Ecke des Büros (di sudut terakhir kantor)


Untuk semakin meningkatkan kemampuan berbahasa Jerman kalian, cari dan perhatikan frasa sehari-hari dari berbagai sumber. Berlatihlah untuk mendengarkan, dan lakukan analisis terhadap struktur kalimatnya. Identifikasi pula komponen Subjek, Predikat, Objek, hingga Kata Keterangannya, lalu hubungkan dengan materi di atas. Selamat Belajar  ^_^



Baca juga artikel mengenai 6 Aturan Penting Untuk Mempermudah Memahami Tata Bahasa Jerman ini.

Tidak ada komentar untuk "Memahami Struktur Dasar Kalimat Bahasa Jerman"